Proses Belajar di Sanggar anak alam Yogyakarta

200802250240_bibira1.jpg Bagaimana sekolah merupakan sesuatu yang menyenangkan telah menjadi impian semua orang terutama anak-anak. Namun mewujudkannya tidaklah mudah. Banyak kendala , baik sumber daya manusianya maupun kurikulumnya.

Sanggar Anak Alam (SALAM) mencoba memfasilitasi anak-anak untuk dapat belajar dengan merdeka sesuai kodratnya sebagai anak. Dengan memanfaatkan alam sebagai media belajar. Anak-anak mulai mengenali lingkungannya dengan seksama. Mengamati kehidupan sepanjang “kalen” (sungai kecil), galengan (pematang sawah), sawah yang ada di lingkungan sekolah. Ada cethol, cebong, katak, cacing, keong, belalang, kupu-kupu,capung, laba-laba, kepik, semut, ulat, ular, marmut, ayam, kambing, sapi dan juga aneka tanaman seperti cabe, kangkung, bayam, kacang tanah, kacang panjang, kedelai, jagung, padi, berbagai macam tanaman obat dan tanaman hias.
Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, yang mereka lakukan/ praktekkan. Mereka juga belajar untuk “niteni mangsa”(mencermati musim) apa yang biasa ditanam petani ketika tidak ada hujan dan ketika hujan, juga kehidupan yang ada di sekitar ketika kemarau dan musim hujan.
Belajar ”srawung” dengan masyarakat sekitar sekolah. Para petani di sawah, masyarakat dan juga para tamu yang berkunjung.Anak-anak belajar menyapa, bertanya, dan bergaul sehingga anak-anak tidak merasa asing dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Selain srawung dengan lingkungan sekitar anak-anak sejak dini juga srawung dengan pengetahuan melalui buku

Tinggalkan Balasan